12 Agustus 2026

Waspada Penipuan Digital: Kenali Modusnya, Lindungi Transaksi Anda

Kemudahan layanan digital dan transaksi perbankan membuat aktivitas semakin cepat dan praktis. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti oleh berkembangnya berbagai modus penipuan digital. Pelaku terus memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang sekaligus memanfaatkan psikologi korban saat mereka sedang lengah untuk mendapatkan data pribadi, mengambil alih akun, hingga mengarahkan korban untuk melakukan transaksi.

Karena itu, keamanan transaksi bukan hanya menjadi tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan dari setiap nasabah. Keamanan dalam melakukan transaksi dimulai dari bersikap waspada terhadap segala bentuk usaha untuk melakukan kecurangan. Dengan mengetahui langkah-langkah berikut ini, Anda berada satu langkah lebih maju untuk menghindari penipuan.

  1. Kenali Social Engineering
    Salah satu cara yang sering digunakan pelaku adalah social engineering, sebagai bentuk upaya memanipulasi korban agar memberikan informasi atau melakukan tindakan yang menguntungkan pelaku yang mengaku sebagai petugas bank, teman, keluarga, atau pihak yang membuat korban percaya.

    Waspadai jika seseorang meminta OTP, PIN, password, CVV, atau data keamanan lainnya. Beberapa langkah lainnya meliputi pelaku yang cenderung meminta Anda untuk mengikuti instruksi dengan segera, mengaku sebagai petugas bank dan meminta data rahasia Anda, maupun meminta untuk memindahkan dana ke rekening tertentu.
  2. Waspadai Phishing, Smishing, Vishing, dan Quishing
    Penipuan tidak hanya dilakukan melalui telepon, namun pelaku juga dapat menggunakan email, SMS, pesan instan, media sosial, maupun QR code. Berikut hal yang perlu diwaspadai:
    • Pishing menggunakan pesan atau situs palsu untuk mengelabui korban agar memberikan informasi.
    • Smishing dilakukan melalui SMS atau pesan singkat.
    • Vishing dilakukan melalui panggilan suara.
    • Sedangkan quishing merupakan bentuk phishing yang memanfaatkan QR code untuk mengarahkan korban ke situs atau halaman palsu.
  3. Hindari Jebakan Promo
    Momen promo seperti bulan dan tanggal kembar, Harbolnas, atau periode belanja lainnya yang dapat dimanfaatkan pelaku untuk menyebarkan penawaran palsu. Jika sebuah penawaran terasa terlalu menguntungkan dan mengharuskan Anda bertindak terburu-buru, harap berhenti sejenak dan lakukan verifikasi. 

    Promo palsu dapat mengarahkan korban ke website tiruan, meminta pembayaran di luar kanal resmi, atau meminta data pribadi dengan alasan verifikasi. Sebelum mengikuti promo, pastikan beberapa hal berikut:
    • Sumber informasi berasal dari kanal resmi.
    • Alamat website benar dan sesuai.
    • Metode pembayaran dilakukan melalui kanal yang terpercaya.
    • Anda tidak diminta memberikan informasi keamanan perbankan.
  4. Waspadai QRIS Tak Dikenal
    QRIS memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran, tetapi nasabah tetap perlu memastikan bahwa transaksi dilakukan kepada merchant yang benar. Sebelum menggunakan QRIS, pastikan bahwa nama dari tujuan QRIS tersebut telah sesuai dengan memastikannya kepada pemilik usaha terkait. Hal ini untuk mewaspadai adanya QRIS palsu yang ditempel.
  5. Jangan Sembarangan Menginstal Aplikasi
    Modus penipuan juga dapat memanfaatkan aplikasi atau file yang dikirim melalui pesan. Jangan menginstal aplikasi dari link yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal atau dari sumber yang tidak resmi. Hindari pula memberikan akses screen sharing, remote access, atau izin perangkat kepada pihak yang tidak Anda percaya. Unduh aplikasi hanya melalui toko aplikasi resmi dan pastikan nama serta pengembang aplikasi sesuai dengan informasi resmi penyedia layanan. 
  6. Lindungi Data Pribadi Anda
    Data pribadi dapat dimanfaatkan pelaku untuk meyakinkan korban atau melakukan tindakan penipuan. Oleh karena itu, perhatikan beberapa hal ini: 
    • Jaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan. 
    • Gunakan password yang kuat dan berbeda untuk setiap layanan. 
    • Aktifkan autentikasi berlapis jika tersedia. 
    • Jangan membagikan kode OTP atau informasi keamanan melalui chat, telepon, maupun media sosial. 
    • Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala. 
    • Hindari menyimpan atau membagikan informasi sensitif secara sembarangan. 
  7. Bagaimana jika terlanjut menjadi korban?
    Segera menghubungi bank atau penyedia layanan keuangan jika Anda menjadi korban penipuan. Simpan bukti transaksi, percakapan, rekening tujuan, nomor telepon, tautan, dan bukti terkait lainnya. Untuk penipuan transaksi keuangan, laporkan segera melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan Kepolisian. Kecepatan pelaporan penting untuk mempercepat penundaan transaksi dan penelusuran dana yang masih dapat diamankan. Namun, tidak menjamin dana pasti kembali.

Selalu waspada dan lindungi transaksi Anda. KALAU RAGU, STOP DULU!

Kembali