Bank Garansi

Bank Garansi adalah garansi yang diterbitkan secara tertulis oleh Bank dalam bentuk warkat yang mengakibatkan kewajiban membayar terhadap pihak yang menerima garansi apabila pihak yang dijamin cedera janji (wanprestasi).

Keunggulan : 

  • Fasilitas yang diberikan dapat bersifat revolving atau non revolving
  • Cara pembayaran dapat diangsur atau tidak diangsur (non angsuran). 

Fitur : 

  • Akad yang digunakan adalah kafalah
  • Jenis Bank Garansi yang dapat diterbitkan oleh BCA Syariah sebagai berikut :
Jenis Bank Garansi Tujuan penggunaan
Bid Bonds Menjamin peserta tender.
Performance Bonds Menjamin kualitas kerja dari suatu kontrak kerja.
Maintenance Bonds Menjamin pemeliharaan proyek.
Payment Bonds Menjamin suatu pembayaran.
Advance Payment Bonds Menjamin pembayaran uang muka.
Bank Garansi yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Menjamin pembayaran pungutan bea masuk, denda administrasi, dan pajak dalam rangka impor.

Ketentuan Nasabah : 

Berikut syarat yang harus dipenuhi oleh (calon) nasabah atau pihak yang berwenang untuk mewakili nasabah berbentuk badan :

  • Cakap hukum.
  • Memenuhi salah satu dari syarat berikut:
    • Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 21 tahun atau telah menikah (untuk nasabah perorangan).
    • Telah sesuai dengan Anggaran Dasar serta ketentuan hukum yang berlaku (untuk nasabah badan).
  • Memiliki kemampuan dan kemauan untuk melunasi pembiayaan yang diberikan.
  • Tidak dalam keadaan pailit.

Tidak termasuk dalam daftar hitam dan daftar kredit macet Regulator

Syarat Dokumen :

No Jenis Dokumen Pemohon
Individual Perusahaan
1 Fotokopi kartu identitas (KTP/SIM/Paspor)

(Kartu identitas pihak yang berwenang untuk melakukan transaksi pembiayaan)

2 Fotokopi Kartu Keluarga (KK) -
3 Asli surat keterangan domisili dari Kelurahan setempat
(untuk kartu identitas luar kota)
4 Asli Surat Pernyataan Beda Nama/Tanda Tangan
(bila terdapat perbedaan nama/tanda tangan)
5 Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

(NPWP Perusahaan dan Pengurus)

6 Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)/surat izin usaha lainnya

(Jika fasilitas pembiayaan digunakan untuk membiayai badan usaha)

7 AMDAL/UKL-UPL
(untuk nasabah industri manufaktur dan perkebunan)
8 Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

(Jika fasilitas pembiayaan digunakan untuk membiayai badan usaha dengan plafon > Rp 500 juta)

(Untuk fasilitas pembiayaan dengan plafon > Rp 500 juta)

9 Fotokopi Surat Keterangan Domisili -
10 Fotokopi Anggaran Dasar/Akte Pendirian dan perubahannya yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI. -
11 Fotokopi lembaran Berita Negara Republik Indonesia (BNRI). -
12 Asli Surat Pernyataan Penyerahan Anggaran Dasar (SPAD) -
13 Fotokopi Surat Perjanjian Pisah Harta
(jika pisah harta)
-
14 Asli Surat Persetujuan Suami/Istri
(jika tidak pisah harta dan menyerahkan agunan)
-
15 Fotokopi Akte Nikah
(jika telah menikah)
-
16 Fotokopi mutasi Rekening 3 bulan terakhir
17 Fotokopi bukti/ catatan transaksi bisnis -
18 Laporan Keuangan Perusahaan (Neraca dan L/R) 3 tahun terakhir -
19 Asli Surat Referensi
(jika diperlukan)

Biaya:

Biaya administrasi dan fee (ujrah) sesuai ketentuan yang berlaku di Bank.

Risiko bagi Nasabah :

  • Nasabah dapat dikenakan denda sesuai ketentuan Bank jika terjadi keterlambatan pembayaran kewajiban nasabah dan dapat berdampak pada penurunan status kolektibilitas pembiayaan di Bank Indonesia
  • Nasabah dapat dikenakan biaya-biaya terkait proses pembiayaan sesuai ketentuan Bank


Informasi Tambahan :

Kafalah adalah akad penjaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung (makfuul ’anhu, ashil)

Produk


Hit Counter provided by laptop reviews