Internal Audit

TUGAS & TANGGUNG JAWAB SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL

Satuan Kerja Audit Internal yang selanjutnya disingkat SAI adalah Unit Kerja dalam Bank yang menjalankan fungsi Audit Intern.

Misi SAI yaitu memberikan nilai tambah bagi manajemen dalam membangun budaya kedisiplinan,kode kepatuhan dan meningkatkan supervisi dengan tetap berorientasi kepada kebutuhan nasabah di seluruh unit kerja, melalui pemeriksaan yang independen, objektif, sesuai kerangka tata kelola perusahaan dan terintegrasi dengan induk.

I. Struktur dan kedudukan SAI

Fungsi audit intern BCA Syariah dilaksanakan oleh SAI yang dipimpin oleh seorang Kepala SAI. Kepala SAI bertanggung jawab kepada Presiden Direktur. Berikut adalah bagan yang menunjukkan posisi SAI pada struktur organisasi BCA Syariah.

Independensi SAI

Untuk mendukung independensi dan menjamin kelancaran audit serta wewenang dalam memantau tindak lanjut hasil audit, maka Kepala SAI dapat berkomunikasi langsung dengan Dewan Komisaris dan/atau Komite Audit untuk menginformasikan berbagai hal yang berhubungan dengan audit serta Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk menginformasikan hal-hal yang berkenaan dengan prinsip Syariah. Pemberian informasi tersebut harus dilaporkan kepada Presiden Direktur dengan tembusan Direktur Kepatuhan (Compliance Director).

Pengangkatan dan pemberhentian Kepala SAI

Kepala SAI diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Direktur setelah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Audit. Setiap pengangkatan atau pemberhentian Kepala SAI segera diberitahukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

II.  Tugas Pokok dan Tanggung Jawab SAI

Tugas Pokok SAI

  1. Membantu tugas Presiden Direktur dan Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dengan cara menjabarkan secara operasional baik perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan hasil audit;
  2. Membuat analisis dan penilaian di bidang keuangan, akuntansi, operasional, dan kegiatan lain melalui audit;
  3. Mengidentifikasi segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana;
  4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkatan manajemen.

Dalam menjalankan tugasnya, SAI dapat bekerjasama dengan unit kerja pengendalian lain, seperti Departemen Kepatuhan dan Departemen Manajemen Risiko), tidak menyebabkan pengalihan tanggung jawab masing-masing unit kerja dalam fungsi pengendalian.

Tanggung Jawab SAI

  1. Mengimplementasikan Kode Etik Audit Intern.
  2. Mematuhi pedoman dan metodologi yang ditetapkan dalam Manual Audit Intern.
  3. Menggunakan kemahirannya dengan seksama dalam melaksanakan tugasnya.
  4. Memelihara integritas dan obyektivitas atau sikap mental yang independen.
  5. Menjaga kerahasiaan informasi dan/atau data Perusahaan terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab SAI kecuali diwajibkan berdasarkan peraturan perundangan-undangan atau penetapan/putusan pengadilan.

Cakupan Aktivitas SAI

Kegiatan SAI mencakup pemeriksaan dan evaluasi terhadap kegiatan Bank mengenai :

  • Efektivitas, efisisensi, dan kecukupan sistem pengendalian intern, manajemen risiko, dan tata kelola secara berkesinambungan.
  • Keandalan, efektivitas, integritas dari proses dan sistem manajemen informasi, termasuk relevansi, akurasi, kelengkapan, ketersediaan, serta kerahasiaan data Bank.
  • Kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk kepatuhan terhadap prinsip syariah; dan
  • Kualitas kinerja organisasi.

Cakupan audit intern meliputi kegiatan dan fungsi segenap Kantor Cabang, Satuan Kerja, Divisi, Unit Kerja Kantor Pusat, termasuk kegiatan yang dialihdayakan (outsourching). Proses audit intern, tidak membebaskan para Kepala Unit Kerja dari tanggung jawab mereka untuk memelihara dan meningkatkan pengendalian dalam bidangnya masing-masing.

Wewenang SAI

Berikut ini adalah wewenang SAI :

  1. Mengakses seluruh informasi yang relevan tentang Bank terkait dengan tugas dan fungsi SAI;
  2. Melakukan komunikasi secara langsung dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit, serta Dewan Pengawas Syariah.
  3. Menyelenggarakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit, serta Dewan Pengawas Syariah.
  4. Melakukan koordinasi kegiatan dengan auditor ekstern.
  5. Mengikuti rapat yang bersifat strategis.
  6. Melakukan koordinasi dengan Audit Internal Induk Perusahaan dalam rangka penerapan fungsi audit intern terintegrasi.

 

III. Kode Etik Audit Intern

SAI dalam melaksanakan tugasnya wajib mengimplementasikan Kode Etik Audit Intern, antara lain:

  1. Bertindak secara independen dan objektif dalam menjalankan tugas dan fungsi.
  2. Dapat diandalkan, tegas, jujur dan terpercaya.
  3. Menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas.
  4. Menghindari benturan kepentingan

 

IV. Persyaratan Auditor Intern

Persyaratan Auditor Intern SAI sekurang-kurangnya meliputi:

  1. Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan fungsi audit intern secara menyeluruh baik secara individu maupun secara kolegial, sesuai dengan perkembangan kegiatan usaha dan kompleksitas Bank.
  2. Menerapkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi yang dilaksanakan secara professional dan skeptis, mencakup untuk mengumpulkan dan memahami informasi, memeriksa dan mengevaluasi bukti audit serta melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan.
  3. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi lain melalui pengembangan professional berkelanjutan, melalui upaya:
    1. mengikuti perkembangan terakhir tentang teknik audit intern, standar akuntansi keuangan, perpajakan, dan teknologi informasi melalui seminar, kursus, atau pendidikan lanjutan lain.
    2. Mengikuti perkembangan produk dan/atau aktivitas perbankan;
    3. Mengikuti perkembangan ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan operasional perbankan.
    4. Memiliki pengetahuan dan/atau pemahaman tentang operasional perbankan Syariah.

 

V. Pertanggung jawaban SAI

Sebagai bentuk pertanggungjawaban telah melaksanakan tugasnya, SAI menyampaikan laporan kepada Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah. Berikut laporan-laporan yang perlu disampaikan :

  1. Laporan Hasil Audit
    1. Laporan Hasil Audit harus disampaikan oleh Kepala SAI kepada Dewan Komisaris, Komite Audit, Direksi, Auditee, Kepala Kantor Cabang, Dewan Pengawas Syariah dan/atau Satuan Kerja/Divisi/ Unit Kerja Kantor Pusat.
    2. Dalam hal suatu informasi hasil audit bersifat sangat terbatas dan tidak dapat dicantumkan dalam Laporan Hasil Audit, maka informasi tersebut dilaporkan secara khusus kepada Direksi, Komite Audit dan Dewan Komisaris, sesuai dengan tingkat informasi khusus tersebut.
  2. Tindak Lanjut Hasil Audit (Intern dan Ekstern)

SAI harus memantau dan menganalisis perkembangan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah dilakukan oleh auditee melalui Laporan Tindak Lanjut Hasil Audit (LTLHA). Dengan tujuan untuk :

  1. Meningkatkan kualitas pengendalian internal melalui proses tindaklanjut secara berkesinambungan.
  2. Mendukung adanya budaya awareness terhadap perbaikan atas kelemahan mekanisme kerja, yang dapat berpengaruh terhadap kinerja Bank.
  3. Meningkatkan kepatuhan auditee terhadap semua komitmen tindaklanjut perbaikan yang telah disepakati bersama.
  4. Rangkuman dari Laporan Tindak Lanjut disampaikan kepada Direksi, Komite Audit dan Dewan Komisaris secara berkala.

3. Laporan Audit Intern Terintegrasi

SAI harus mempersiapkan dan menyampaikan Laporan Audit Intern Terintegrasi kepada Induk Perusahaan secara triwulanan, dalam rangka pemantauan pelaksanaan audit internal SAI BCA Syariah yang menggambarkan perbandingan antara realisasi kegiatan dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

4. Laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan

Kepala SAI harus mempersiapkan dan menyampaikan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tentang pelaksanaan fungsi audit intern, yaitu:

  1. Laporan Pelaksanaan Kegiatan dan Pokok-Pokok Hasil Audit Intern termasuk informasi hasil audit yang bersifat rahasia.
  2.  Laporan Penerapan Strategi Anti Fraud berkenaan dengan kejadian Fraud yang diperkirakan berdampak negatif secara signifikan terhadap bank.
  3. Laporan Khusus mengenai setiap temuan audit intern yang diperkirakan dapat mengganggu kelangsungan usaha bank.
  4. Laporan Hasil Kaji Ulang pihak ekstern yang memuat pendapat tentang hasil kerja SAI dan kepatuhannya terhadap Standar Profesional Audit Intern.

Frekuensi laporan disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.

 

Independensi SAI dalam memberikan layanan konsultasi atau tugas khusus

Dalam pemberian layanan konsultasi oleh SAI kepada pihak intern Bank, harus memperhatikan aspek independensi, antara lain:

  1. Terdapat pemisahan antara anggota SAI yang memberikan jasa konsultasi atas suatu kebijakan dengan anggota SAI yang melakukan audit terhadap kebijakan dimaksud; dan
  2. Terdapat pengungkapan (disclosure) bahwa hasil konsultasi tidak mempengaruhi objektivitas SAI.

 

VI.  Tanggung Jawab dan Akuntabilitas Kepala SAI

Kepala SAI harus memiliki kompetensi dan kemampuan yang memadai dalam memimpin fungsi audit intern yang independen dan objektif. Dalam pelaksanaan fungsi audit intern Kepala SAI memiliki tanggung jawab untuk:

  1. Memastikan pelaksanaan fungsi audit intern sesuai dengan Standar Profesional Audit Intern dan Kode Etik Audit Intern;
  2. Memilih sumber daya manusia yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dalam pelaksanaan tugas SAI;
  3. Memastikan anggota SAI mengikuti pengembangan profesional berkelanjutan serta pelatihan lain sesuai dengan perkembangan kompleksitas dan kegiatan usaha Bank;
  4. Menyusun dan mengkaji piagam audit intern secara periodik;
  5. Menyusun rencana audit tahunan dan alokasi anggaran untuk pelaksanaan fungsi audit intern;
  6. Memastikan pelaksanaan audit intern sesuai dengan rencana audit intern;
  7. Melaporkan temuan yang signifikan kepada Direksi untuk dilakukan tindakan perbaikan dalam waktu yang cepat;
  8. Memantau tindakan perbaikan atas temuan yang signifikan;
  9. Melaporkan hasil pemantauan tindak lanjut perbaikan atas temuan yang signifikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris, dengan tembusan kepada Komite Audit dan Direktur Kepatuhan;
  10. Memastikan dalam hal terdapat penggunaan jasa pihak ekstern untuk aktivitas audit intern:
    1. terselenggara transfer pengetahuan antara pihak ekstern kepada anggota SAI, mempertimbangkan penggunaan jasa ahli pihak ekstern bersifat sementara
    2. penggunaan jasa pihak ekstern tidak mempengaruhi independensi dan objektivitas fungsi SAI; dan
    3. pihak ekstern mematuhi piagam audit intern bank.
  11. Bertanggung jawab menyampaikan temuan terkait pelaksanaan pemenuhan prinsip syariah kepada Dewan Pengawas Syariah.

 

Larangan Perangkapan Tugas dan Jabatan

Auditor intern tidak boleh mempunyai wewenang atau tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan operasional dari perusahaan. Auditor intern yang karena situasi khusus mendapat tugas sementara dari Direksi untuk membantu/mendukung jalannya operasional cabang atau unit kerja tertentu, tidak boleh diberi tugas audit atas cabang/unit kerja/kegiatan tersebut minimal dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan berikutnya.

 

VII. Penggunaan Tenaga Ahli

SAI dapat menggunakan tenaga ahli ekstern dalam pelaksanaan audit intern yang memerlukan keahlian khusus dan bersifat sementara. Penggunaan tenaga ahli ekstern yang bersifat sementara dapat dikecualikan untuk:

  1. penggunaan tenaga ahli ekstern terkait teknologi informasi; dan/atau
  2. penggunaan tenaga ahli ekstern untuk hal lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

SAI wajib menjelaskan alasan pelaksanaan audit intern oleh tenaga ahli ekstern kepada OJK. Peran tenaga ahli ekstern dalam pelaksanaan fungsi audit intern menjadi tanggung jawab kepala SAI.

SAI wajib memastikan independensi penggunaan pihak ekstern dalam pelaksanaan audit intern.

 

VIII. Standar Profesional dan Koordinasi Fungsi Audit Intern dengan Ekstern

Dalam menjalankan fungsinya, SAI berpedoman pada Standar Profesional Audit Intern yang ditetapkan oleh asosiasi profesi audit intern.

Koordinasi Fungsi Audit Intern dengan Ekstern

SAI bekerjasama dengan ahli hukum atau auditor ekstern untuk mendukung pelaksanaan audit atau pemberian jasa kepada Bank.

 

IX. Masa Tunggu (cooling – off period) Anggota SAI dan Pihak Ekstern

Berikut batasan dan masa tunggu untuk anggota SAI dalam penugasan audit, antara lain:

  • Bagi anggota SAI baru yang direkrut dari unit tertentu harus melewati masa tunggu 12 (dua belas) bulan (cooling – off period) sebelum ditugaskan untuk melakukan audit terhadap unit asalnya.
  • Auditor intern yang karena situasi khusus mendapat tugas sementara dari Direksi untuk membantu/mendukung jalannya operasional cabang atau unit kerja tertentu, harus melewati masa tunggu 12 (dua belas) bulan (cooling – off period) sebelum melaksanakan audit terhadap unit yang ditugaskan.

Jika pelaksanaan audit intern dilakukan oleh pihak ekstern, maka pihak ekstern harus memenuhi kebijakan terkait pembatasan penugasan dan masa tunggu (cooling – off period) yang ditetapkan.


Hit Counter provided by laptop reviews